Anas Tawarkan Pembangunan Budaya Indonesia Dimulai dari Banyuwangi

0
94
Salah satu event Budaya di Banyuwangi yang digelar 11 November 2017 menampilkan ratusan budaya dari seluruh Indonesia.

Banyuwangi, nawacita – Dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur Banyuwangi akan menjadi pilot project pembangunan Kebudayaan. Kabupaten yang memiliki julukan The Sunrise Of Java dikenal sebagai telah menunjukkan eksistensinya sebagai daerah yang bisa bersaing dengan kabupaten/kota lain dalam hal perkembangan daerahnya, terutama terkait dengan kebudayaan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan program pengembangan kebudayaan yang digerakkan pemerintah daerah harus berujung pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap daerah harus melakukan ini, bukan hanya Banyuwangi saja, mengingat Indonesia ini sangat kaya akan kebudayaan-kebudayaan masyarakatnya.

Menurut Bupati Banyuwangi ini, kebudayaan jangan sampai dimaknai sempit yang hanya mengidentikkan kebudayaan dengan penyelenggaraan acara kesenian semata tapi kebudayaan harus dimaknai secara luas yakni terkait dengan sistem, gagasan dan karya dari suatu masyarakat. Dalam hal melestarikan kebudayaan adalah hal penting yang harus dilakukan dengan adanya kolaborasi antar sektor. “Kolaborasi antar sekror itu baik dalam pemerintahan maupun dalam masyarakat itu sendiri,” cetus kader PDI-P ini.

Sebagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam melestarikan kebudayaan, Banyuwangi pada tahun 2015 memperoleh penghargaan kebudayaan lantaran Banyuwangi dinilai mampu melestarikan budaya lokalnya hingga kebudayaannya menjadi maju. Untuk meneguhkan eksistensi budaya daerah tersebut, Banyuwangi menggagas event Banyuwangi Festival.

Lewat festival, sejumlah tradisi lokal masyarakat diangkat dan dikenalkan secara luas kepada khalayak nasional. Banyuwangi Festival yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012 hingga saat ini masih rutin diadakan tiap tahun.

“Ini adalah salah satu cara kami untuk memajukan budaya. Selain juga untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan kami kepada Banyuwangi. Para generasi pecinta seni terus kami beri ruang dan panggung untuk menunjukkan kehebatannya,” tutur Bupati Anas.

Dengan melestarikan dan memajukan kebudayaan Banyuwangi ini, Bupati Azwar Anas mengatakan bahwa salahsatu tugas Bupati adalah mensejahterakan masyarakat maka dengan melestarikan kebudayaan ini harus mampu mengembangkan kebudayaan yang digerakkan oleh pemerintah untuk dapat meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakatnya.

Melalui pendekatan kebudayaan ini juga menjadikan masyarakat dapat ikut terlibat dalam membangun daerahnya.  “Melalui kebudayaan ini masyarakat secara langsung ikut mengkreasikan program pengembangan daerahnya, sehingga dalam hal ini warga bisa ikut bersama-sama menciptakan karya yang bermanfaat bagi sesama, dan bagi daerahnya” ujar Bupati Azwar Anas.

Proses pelestarian kebudayaan yang mensejahterakan warga melalui pembangunan yang menggunakan pendekatan budaya ini sangat relevan ditengah beragamnya kebudayaan yang ada dalam masyarakat. Keberagaman kebudayaan ini jangan malah digeneralisasi tapi harus ditunjukkan keunikan ditiap-tiap kebudayaannya.

Melalui keunikan masing-masing budaya ini akan membuat potensi yang ada dalam masyarakat dapat dikembangkan untuk kemajuan warganya.

Melalui pendekatan kebudayaan yang membumi ini membuat adanya penguatan ekonomi rakyat yang berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pendapatan per kapita Banyuwangi melonjak 62 persen dari Rp20,8 juta (2010) menjadi Rp33,6 juta (2014).

Kalkulasi pemerintah daerah, pada 2015 diprediksi bisa menembus Rp 38-29 juta. Berdasarkan data BPS, pendapatan per kapita Banyuwangi sudah berhasil melampaui sejumlah kabupaten/kota di Jatim yang sebelumnya selalu di atas Banyuwangi. Ini merupakan asil kerja keras Pemerintah Banyuwangi dalam mengembangkan potensi daerahnya melalui pendekatan kebudayaan.

Hal lain sebagai langkah nyata pemerintah Banyuwangi dalam mensejahterakan warganya melalui pembangunan yang mengedepankan kelestarian kebudayaan adalah dengan program pengembangan budaya yang mengedepankan dimensi multi-sektor.

Mengapa demikian? Menurut Anas, kemajuan suatu daerah yang melibatkan warganya dalam pembangunan harus didukung juga dengan misalnya infrastruktur jalan, teknologi informasi, peningkatan SDM warga dan sebagainya.

“Contoh konkrit misalnya, bagaimana budaya agraris masyarakat bisa saling dukung dengan kemasan wisata, maka muncullah konsep agrotourism. Inilah yang mengikis ego sektoral birokrasi, karena melibatkan banyak dinas sekaligus,” pungkas Anas. Rko

LEAVE A REPLY