Gerindra Dinilai Salah Usung Karolin

0
50
Karolin Margret Natasya
Karolin Margret Natasya

Jakarta, NawacitaMasyarakat Kalimantan Barat, menolak adanya politik dinasti Pilgub 2018 mendatang. Hal ini menyusul pencalonan Karolin Natasya yang juga putri dari Gubernur Kalbar saat ini Cornelis.

Rencana majunya Karolin mendapat penolakan sekitar 90,6 persen dari responden sesuai hasil survei lembaga Pusat Kajian Opini Publik Indonesia ( PUSKOPI).

“Alasan responden, majunya Karolin merupakan bentuk politik dinasti yang dipaksakan agar kegagalan-kegagalan pemerintahan Cornelis bisa tertutupi oleh terpilihnya Karolin,” kata Direktur Eksekutive PUSKOPI, Andri Gunawan kepada wartawan, Selasa (13/11/2017).

Selain itu, terkait dukungan Partai Gerindra pada Karolin, 89,7 persen masyarakat berpendapat partai besutan Prabowo itu dianggap sudah salah usung, dan akan membuat pemilih Partai Gerindra dan Prabowo Subianto dalam pilpres 2014 lalu kecewa dan tidak akan memilih Gerindra dan Prabowo Subianto jika maju dalam pilpres 2019 nanti.

“Alasannya, suara yang sudah mereka berikan ke Gerindra pada tahun 2014, tak akan diberikan ke Karolin yang bukan Kader Partai Gerindra. Masyarakat juga beropini, Gerindra seakan sudah dijual dalam Pilgub Kalbar ini,” tuturnya.

Sementara survei mengukur elektabilitas delapan tokoh Kalbar, yang bakal bertarung nanti. Yakni H Sutarmidji, Karolin Margret Natasya, Kartius, Lasarus, Michael Jeno, Milton Crosby, Ria Norsan dan Suryadman Gidot.

Tokoh yang dinilai memiliki kredibilitas memimpin Kalbar adalah Milton Crosby karena dipilih sekitar 89,4 persen responden. Lalu Sutarmidji 88,7 persen, lHildi Hamid 86,7 persen, Lasarus 84,7 persen, Kartius 83,9 persen, Ria Norsan 83,8 persen, Suryadman Gidot 83,6 persen, dan Karolin 67,8 persen.

Kemudian penelitian opini masyarakat terhadap tokoh yang akan dipilih jika pilgub diadakan hari ini, Milton Crosby dipilih 25,9 persen, Sutarmidji 21,7 persen, dan Hildi Hamid 11,6 persen.

“Kemudian ada nama Lasarus 8,6 persen, Karolin 7,1 persen, Ria Norsan 4,3 persen, Suryadman Gidot 3,2 persen, Kartius 3,1 persen dan 14,5 persen belum menentukan pilihan,” bebernya.

Untuk diketahui penelitian ini mengunakan metode survei jajak pendapat melibatkan masyarakat Kalimantan Barat sebanyak 1.815 orang, denga metode pemilihan masyarakat yang dilibatkan adalah Multitage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekedar -/+ 2,3 persen.

inlh

LEAVE A REPLY