Bos Pajak Siaga Satu karena Penerimaan Kurang Rp513 T

0
31
Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi
Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi

Jakarta, Nawacita Suasana hati Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mungkin lagi pusing tujuh keliling, pasalnya penerimaan dari sektor pajak masih kurang banyak, sementara tahun anggaran 2017 tinggal 3 bulan lagi.

Per September 2017 ini, penerimaan pajak baru sekitar 60% atau baru Rp770,7 triliun dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017 sebesar Rp1.283,6 triliun. Artinya masih kekurangan Rp513 triliun.

Realisasi tersebut juga ternyata mengalami kontraksi atau turun 2,79% secara year on year (yoy).

Rinciannya, penerimaan pajak di luar Pajak Penghasilan Minyak dan Gas Bumi (PPh Migas) sebesar Rp 732,1 triliun atau 59% dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan minus 4,70% (y-o-y).

Untuk PPh Non Migas sendiri sebesar Rp418 triliun atau 56,3% dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan juga minus 12,32% (y-o-y). Selanjutnya PPN & PPnBM sebesar Rp 307,3 triliun atau 64,6% dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan 13,70% (y-o-y).

Atas situasi ini Ken mengaku perlu untuk menerapkan siaga satu kepada para anak buahnya, kalau tidak penerimaan pajak makin banyak mengalami shortfall.

“Saya dengan teman-teman yang di lapangan agar semua prepare atau siaga satu lah,” kata Ken di Kantornya, Jakarta Senin Malam (9/10/2017).

Menurutnya, instruksi itu bukan berarti saat ini Ditjen Pajak sudah dalam keadaan yang darurat untuk memungut pajak. Pasalnya target yang masih kurang sebesar 40% diyakini masih bisa tercapai di 3 bulan ini.

“Itu bentuk perhatian saya dengan teman-teman. Bukan wah celaka ini DJP. Waktu tax amnesty sampai malam enggak apa-apa. Mereka lapor juga jam 9, jam 10, masih lapor ke saya,” katanya.

inlh

LEAVE A REPLY