Risma Pulangkan 81 PMKS Ke Daerah Asal

0
31
Walikota Surabaya Tri Rismaharini Saat Memulangkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Surabaya (PMKS) diTempat Asal Daerahnya di Taman Surya,

SURABAYA.Nawacita.co – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memulangkan 81 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Surabaya (PMKS) ke daerah asalnya. Masing-masing dari PMKS adalah 56 penderita Psikotik dan 25 Gelandangan – Pengemis (Gepeng). Mereka diijinkan pulang setelah dinyatakan sembuh oleh tim dokter spesialis jiwa.

Dalam sambutannya Risma panggilan akrab Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpesan kepada penyandang PMKS, agar tidak kembali ke Surabaya dan setelah tiba di daerah asalnya diharapkan mendapat pekerjaan yang layak “Surabaya ini dikontrol terus, jadi tolong jangan kembali, jika tidak ada yang dikerjakan,” ujar Risma di halaman Taman Surya, Senin, (9/10/2017).

PMKS yang dipulangkan hari ini,  bukan berasal dari Surabaya melainkan dari luar Surabaya. Mereka yang dipulangkan berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi, NTT (Flores Timur) dan DIY. “Selama perjalanan mereka didampingi 1 dokter, 7 anggota TKSK dan 2 orang perwakilan dari Dinsos,” jelasnya.

Risma mengakui, bahwa proses pemulangan PMKS, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat agar mau menampung dan merawat PMKS setibanya di kota masing-masing. Baginya, koordinasi ini penting dilakukan agar nasib para PMKS tidak terlantar melainkan sudah memiliki wadah yang jelas.

“Saya sudah meminta bantuan sekaligus menjelaskan kepada kepala daerah dan gubernur setempat bahwa sudah bertahun-tahun warganya ditampung di Liponsos keputih surabaya dan sudah dinyatakan sembuh oleh tim dokter,” tandas Risma.

Menurut Risma, pemulangan PMKS ini dilakukan karena ruangan yang ada di liponsos keputih sudah tidak cukup bahkan terlalu banyak. “Dalam sehari pasien PMKS selalu bertambah 1 sampai 3 orang, kan lama-kelamaan tidak cukup ruangannya, kalaupun diperlebar gedungnya TKSK juga sulit untuk merawat dan mengawasinya,” ungkapnya.

Pesan terakhir disampaikan Risma, ketika hendak memulangkan PMKS, banyak daerah yang mengatakan kami tidak manusiawi. Padahal menurut dia, setiap hari kami beri makan, bahkan jauh dari orang normal, lalu diberi obat, tim dokter rutin datang tiap hari dan memberi pakaian layak. Alasan lain, pemda dan pihak keluarga tidak ingin menerima mereka karena menganggap penderita PMKS adalah beban.

“Mereka itu juga manusia, siapa yang mau jadi gila, bisa saja kami lempar keluar, tetapi kami tidak mau karena mereka juga sama seperti kita. Mereka bukan barang yang bisa dilempar-lempar begitu saja,” tegas Risma.

Pemulangan PMKS bulan ini, Pemkot menyediakan 11 mobil dengan rute jawa timur dan 2 bus rute Jawa Tengah dan Jawa Barat sedangkan yang berada di luar jawa menggunakan moda transportasi kapal laut dan pesawat, tambahnya.

dny

LEAVE A REPLY