Mensos : Karang Taruna Harus Mampu Menjadi Pelopor Pembangunan Di Desa

0
106
Menteri Khofifah saat Jambore Karang Taruna di Lapangan Sambungrejo Kecamatan Sukodono Sidoarjo, Sabtu (7/10)
Menteri Khofifah saat Jambore Karang Taruna di Lapangan Sambungrejo Kecamatan Sukodono Sidoarjo, Sabtu (7/10)

SIDOARJO, Nawacita – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta Karang Taruna menjadi pelopor sekaligus motor penggerak pembangunan di desa.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat Jambore Karang Taruna di Lapangan Sambungrejo Kecamatan Sukodono Sidoarjo, Sabtu (7/10) sore.

Acara yang diikuti perwakilan Karang Taruna dari 353 kelurahan dan desa se Sidoarjo ini juga dihadiri Bupati Sidoarjo Saiful Ilah,  Wakil Bupati Nur Ahmad Saifuddin, ketua DPRD Sidoarjo, Kadis Sos Jatim dan Ketua Karang Taruna Jawa Timur Agus Maimun.

“Saat ini satu- satunya organisasi sosial pemuda yang memiliki struktur sampai desa dan kelurahan hanya karang taruna. Tidak ada yang lain,” kata Khofifah.

“Tujuan dibentuk sampai tingkat desa/kelurahan bahkan RW dan RT adalah agar siap menjadi pelopor pembangunan di wilayah administratif paling kecil,” tambah dia.

Menurutnya, Karang Taruna harus terlibat aktif dalam setiap fase pembangunan itu sendiri. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan , maupun pengawasan.

Khofifah membeberkan, saat ini Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengucurkan dana yang sangat besar setiap tahunnya untuk desa. Besaran alokasi dana desa yang digulirkan pemerintah itu terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di tahun 2015, dana yang dikucurkan senilai Rp20 triliun, tahun 2016 Rp 47 triliun, dan tahun 2017 Rp 60 triliun. Jika ini disinergikan dengan bansos lainnya Insya Allah sangat signifikan menurunkan kemiskinan perdesaan.

“Artinya, ini adalah kesempatan untuk meningkatkan percepatan kesejahteraan untuk penduduk di desa. Nah, Karang Taruna harus bisa berperan besar dalam pemanfaatan dana tersebut, agar lebih produktif” imbuhnya.

Diutarakan, dana desa dapat dipergunakan untuk membangun sentra-sentra pertumbuhan perekonomian warga di desa, selain infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan lain sebagainya. Jika disinergikan dengan berbagai program pengentasan kemiskinan lainnya, kata Khofifah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) maka Ia yakin kemiskinan di perdesaan dapat dengan diturunkan lebih cepat.

Selain itu khofifah kembali berpesan agar Karang Taruna siap menjadi garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Ia mengingatkan dampak negatif narkoba baik secara sosial, ekonomi maupun stabilitas kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mendorong Karang Taruna ikut ambil bagian menyukseskan Program Keluarga Harapan di wilayahnya masing-masing. Saat ini, Kementerian Sosial tengah merekrut pendamping PKH dalam rangka perluasan PKH kepada 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat.

“Langsung saja cek di www.kemsos.go.id. Mumpung pemerintah membuka kesempatan berpartisipasi mulai dari menjadi pendamping, operator, koordinator sampai supervisor,” ujarnya.

Sebelum meninggalkan lapangan Sambungrejo, di akhir acara Khofifah mengajak semua anggota Karang Taruna yang hadir untuk berdiri melingkar di tengah lapangan dan bersama sama menyanyikan lagu Berkibarlah Benderaku. (*)

BHM

LEAVE A REPLY