Untung Besar Petani Tembakau di Kabupaten Malang Kerena Cuaca Terik

0
40
Petani Tembakau.

Malang, NawacitaCuaca terik akhir-akhir ini justru menjadi berkah seluruh petani tembakau di Kabupaten Malang. Senyum bahagia pun terpancar dari wajah mereka saat beritajatim.com, melihat langsung proses perawatan tanaman tembakau, Rabu (20/9/2017) siang di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Desa Jatiguwi sudah cukup lama menjadi sentra kawasan tanaman tembakau. Terdapat puluhan hektar tanaman tembakau milik warga yang khusus ditanami tembakau. Mulyono (43), salah satu petani saat merawat tanaman tembakaunya ditanah seluas 2 hektar menjelaskan, musim kemarau saat ini menjadi berkah bagi petani tembakau. “Kalau panas terik seperti ini, kami petani tembakau cukup senang. Karena ini adalah berkah bagi petani tembakau,” tuturnya.

Panas sengatan matahari justru menjadi berkah tersendiri bagi Mulyono dan seluruh petani tembakau ditempat itu. Menurutnya, karakteristik tanaman tembakau yang tak tahan guyuran air hujan, menjadikan musim kemarau saat ini justru keuntungan besar bagi mereka. Untuk tetap mempertahankan kualitas tanaman tembakau menjadi baik, Mulyono rajin mencabuti rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman.

“Musim kemarau tahun ini cukup bagus bagi kami petani tembakau. Karena tembakau kalau kena hujan, kualitasnya menurun. Rasa tembakau juga tidak maksimal karena terkena siraman air hujan,” bebernya.

Selain mencabuti rumput, Mulyono juga rajin menggali tanah disekitar tanaman tembakau. Tujuannya, agar sirkulasi udara didalam akar tembakau menjadi stabil. “Cara merawatnya kalau panas seperti ini, harus rajin-rajin kita paculi tanah disekitar tanaman, biar adem dan tidak terlalu panas,” ucapnya.

Sementara itu, Karmunah (42), wanita yang cukup lama menggeluti tanaman tembakau mengaku, hasil dari menanam tembakau dibanding tahun 2016 lalu terdapat kenaikan. “Ya kalau musim panas seperti ini sangat bagus untuk tanaman tembakau. Hasilnya juga cukup baik, ada kenaikan penjualan sampai 5 persen.

Kalau tahun lalu harga jual tembakau yang sudah kering berkisar Rp.70 ribu, tahun ini bisa mencapai Rp.75 ribu hingga Rp.85 ribu per kilogram,” paparnya.
Karmunah melanjutkan, dalam satu hektar tanaman tembakau, biasanya bisa menghasilkan tembakau dalam kondisi kering dan siap jual sebanyak 1 hingga 2 ton. Dengan kondisi cuaca terik saat ini, Karmunah bisa tersenyum bahagia karena pendapatan yang ia kantongi bisa tembus angka Rp. 20 juta.

bj

LEAVE A REPLY