Jokowi Minta Menteri Antisipasi Kekeringan

0
36
Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi.

Jakarta, NawacitaPresiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas kedua dengan topik penanggulangan bencana kekeringan di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017).

Melalui sambutannya, Jokowi mengaku mendapatkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa kekeringan tahun ini tidak separah 2015 yang saat itu terjadi El Nino.

“Walaupun demikian, beberapa daerah tidak mengalami air hujan berturut-turut lebih dari 60 hari, lebih dari 2 bulan bahkan sebagian daerah di pulau Jawa saat ini sedang mengalami puncak musim kemarau,” ujarnya.

Ia menambahkan, menurut laporan BMKG musim hujan di sebagian besar daerah baru terjadi di akhir November atau Oktober 2017. Untuk itu, ia meminta menteri dan kepala daerah sigap mengantisipasi kekeringan.

“Untuk itu, saya minta semua menteri dan lembaga terkait serta para gubernur untuk benar-benar melihat kondisi-kondisi yang ada di lapangan, segera melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana kekeringan,” katanya.

Jokowi memaparkan, dalam jangka pendek ia meminta agar untuk bantuan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan segera disediakan.

“Saya juga minta dicek terkait suplai air untuk irigasi pertanian yang sangat dibutuhkan terutama untuk mengairi lahan-lahan pertanian di daerah-daerah yang terdampak,” imbuhnya.

Kepala Negara menuturkan, dalam dua tahun terakhir ini pemerintah sudah banyak membangun bendungan, waduk dan embung-embung di berbagai desa untuk menghadapi situasi kekeringan.

“Saya harapkan ini juga bisa membantu. Saya juga minta diantsipasi ketersediaan stok bahan pangan di beberapa daerah, sehingga tidak mengalami kelangkaan dan stabilisasi harga bisa terjaga,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Jokowi juga menitipkan pesan kepada jajarannya agar tidak lengah mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. “Khusunya di lahan gambut seperti pada tahun 2015,” ucapnya.

inlh

LEAVE A REPLY