Jokowi Tak Lupa Bagi-bagi Sepeda di Singapore

0
105
Tiba di Singapura, Agenda Pertama Jokowi Adalah Temui WNI
Tiba di Singapura, Agenda Pertama Jokowi Adalah Temui WNI

SINGAPURA, Nawacita Presiden Joko Widodo memberi pesan kepada 1.600 warga Indonesia yang memadati Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Rabu malam (6/9/2017).

Dia meminta warga Indonesia untuk tidak mudah diadudomba atau dipecahbelah.

Terutama, Jokowi mengingatkan warga yang sering menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau pun videoblog agar menggunakannnya untuk hal-hal yang positif.

“Komentar yang santun, berbicara yang baik serta bahasa-bahasa yang positif, jangan sampai mencela, mengadudomba,” ucap Jokowi.

Dia berkali-kali menekankan Indonesia adalah bangsa yang besar dengan keanekaragaman suku, bahasa, budaya.

Ucapan Presiden itu disambut tepuk tangan hadirin yang bersorak-sorai.

Jokowi menyatakan kalaupun ada gesekan adalah hal yang lumrah mengingat Indonesia adalah bangsa yang besar.

Presiden menganalogikannya seperti cekcok di dalam keluarga yang harus segera diselesaikan.

Acara ” Temu Kangen Presiden dan Ibu Negara” yang berdurasikan dua jam itu kemudian dilanjutkan dengan kuis khas Jokowi yang memanggil sejumlah hadirin ke atas panggung.

Jokowi bertanya nama-nama pulau serta nama-nama suku di Indonesia kepada hadirin yang naik ke panggung.

Acara semakin semarak dengan sepeda yang diberikan Jokowi kepada hadirin yang beruntung itu.

Salah satu pemenang sepeda bernama Juniarti. Saking senangnya dia langsung mengendarai sepeda itu di depan podium acara hinga mengundang tawa presiden, ibu negara, serta Duta Besar Indonesia Ngurah Swajaya.

Acara yang dimulai pukul 20.00 ditutup dengan acara bersalam-salaman. Jokowi dengan sabar meladeni masyarakat yang antusias ingin bersalaman.

Tidak sedikit yang meluapkan kegirangannya setelah berhasil menyalami Jokowi.

Ada juga yang berusaha semampu mungkin mencuri kesempatan mengambil selfie dengan Jokowi.

Salah satu hadirin bernama Yatik, seorang penatalaksana rumah tangga (plrt) dari Solo.

Dia menceritakan bagaimana Jokowi terlihat lebih semangat dibanding ketika Yatik bertemu pertama sekali dengan Jokowi tahun 2014 silam di Singapura.

“Saya bangga punya presiden seperti beliau yang sangat dekat dengan rakyatnya, baru tiga tahun memerintah tetapi sudah banyak perubahan.”

“Kami yang di Singapura juga sudah tidak merasakan kabut asap lagi. Semoga beliau tetap sehat,” lanjut Yatik.

Sementara itu, pelajar bernama Yovenes Lim dari Blitar yang baru pertama sekali bertemu langsung dengan Jokowi, menyatakan sangat terharu karena tidak menyangka sosok Jokowi sangat rendah hati.

Jokowi mau menyempatkan diri di tengah kesibukannya menemui masyarakat di Singapura.

“Walau hanya beberapa jam, namun saya merasa seperti sedang berada di Indonesia, acara ini sungguh membakar semangat patriotisme bagi yang sudah lama tidak balik ke Tanah Air,” kata dia.

kmp

LEAVE A REPLY