Fokus Pada RAPBN 2018

0
72
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2018 di Ruang Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR

Jakarta,Nawacita.co– 06/09/2017 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan fokus dari RAPBN 2018 yaitu menjaga momentum perbaikan ekonomi, peningkatan penerimaan negara, prioritas program, pelayanan yang makin baik dan menjaga kepercayaan rakyat.

“Fokusnya, kita menjaga kualitas dan prioritas belanja anggaran kita yaitu untuk memerangi kemiskinan mengurangi kesenjangan dan menciptakan kesempatan kerja melalui menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas,” jelas Menkeu.

Hal ini disampaikannya dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2018 di Ruang Rapat Badan Anggaran (Banggar)  DPR (05/09). Tiga agenda yang dibahas yang pertama terkait jadwal pembahasan. Kedua, penjelasan pemerintah mengenai pokok-pokok RAPBN 2018, dan ketiga pembentukan Panitia Kerja (Panja).

Sebelumnya, Menkeu menceritakan kondisi perekonomian global untuk memetakan resiko yang dihadapi Indonesia dalam merancang RAPBN 2018. Menurutnya, perekonomian Amerika dan India masih diprediksi tumbuh baik, sedangkan China diperkirakan menurun. Eropa berada di level 1,7% dan Jepang 0,6%.

“Beberapa resiko masih mempengaruhi prospek ekonomi global dan perlu diwaspadai. Pertama, harga komoditas yang masih lemah dari sisi politik dan ekonomi. Kedua, resiko keuangan dengan eskalasi apa yang terjadi di Korea Utara dan proses Brexit yang sedang berjalan,” jelasnya.

Direncanakan dalam RAPBN 2018, pendapatan negara sebesar Rp1.878,4 triliun, belanja negara Rp2.204,4 triliun dengan defisit anggaran sebesar 2,19% atau sebesar Rp325,9 triliun. Asumsi dasar ekonomi yang telah tercatat dalam RAPBN 2018 untuk pertumbuhan ekonomi ditetapkan 5,4%, inflasi 3,5%, nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp13.500, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 5,3%, harga minyak Indonesian Crude Price (ICP) US$48 per barel, lifting minyak 800 ribu barel per hari (Bph), dan lifting gas 1,2 juta barel setara minyak.

( H kemenkeu ) / dny

LEAVE A REPLY