Turki Salurkan Bantuan untuk Rohingya Setelah Dapat Izin Myanmar

0
120
Pengungsi Rohingya yang berhasil melewati perbatasan Myanmar-Bangladesh
Pengungsi Rohingya yang berhasil melewati perbatasan Myanmar-Bangladesh

Istanbul, Nawacita – Otoritas Turki mulai menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Rohingya di Myanmar. Turki menyebut telah mendapat izin dari otoritas Myanmar untuk menyalurkan bantuan pangan dan obat-obatan di dalam wilayahnya.

Disampaikan juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin, seperti dilansir Reuters, Rabu (6/9/2017), penyaluran bantuan kemanusiaan itu disetujui setelah Erdogan menelepon pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi pada Selasa (5/9) waktu setempat.

Kalin menerangkan, 1.000 ton bantuan kemanusiaan, yang terdiri dari makanan, pakaian dan obat-obatan, akan disalurkan dengan helikopter militer.

Menurut Kalin, otoritas Myanmar telah memberikan izin untuk para pejabat Badan Bantuan Kemanusiaan Turki (TIKA) masuk ke wilayahnya dan menyalurkan langsung bantuan itu. Penyaluran bantuan ini tentu dikoordinasikan dengan otoritas lokal di Rakhine.

Badan Pengungsi PBB, UNHCR, mencatat sedikitnya 123.600 pengungsi Rohingya telah mengungsi ke Bangladesh dalam 10 hari terakhir. Jumlah itu tercatat sejak 25 Agustus, saat bentrokan kembali pecah di Rakhine, yang banyak ditinggali etnis muslim Rohingya.

Bentrokan antara militer Myanmar dengan militan Rohingya atau ARSA dipicu oleh serangan ke pos-pos polisi dan pangkalan militer Myanmar. Serangan itu berujung operasi militer Myanmar di Rakhine yang telah menewaskan 400 orang dan memicu eksodus warga Rohingya.

Wartawan Reuters di Bangladesh melihat langsung ratusan pengungsi Rohingya tiba dengan kapal di dekat desa perbatasan Shamlapur pada Selasa (5/9) waktu setempat. Sejauh ini sudah ada ratusan ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh. Kamp-kamp pengungsian dilaporkan kewalahan menampung aliran pengungsi yang tak kunjung habis.

Perlakuan tak manusiawi oleh otoritas Myanmar terhadap warga Rohingya yang jumlahnya dilaporkan mencapai 1,1 juta jiwa di Rakhine, menjadi tantangan terbesar pemerintahan Suu Kyi. Dunia mendesak Suu Kyi, yang selama ini bungkam, untuk bersuara lantang mengecam praktik kekerasan terhadap Rohingya.

Erdogan sebelumnya menyebut praktik kekerasan terhadap warga Rohingya mengarah pada genosida. Dalam percakapan teleponnya dengan Suu Kyi, Erdogan menyatakan dunia muslim sangat prihatin akan maraknya praktik kekerasan terhadap Rohingya.

Erdogan selama ini berupaya mengambil posisi sebagai pemimpin dunia muslim. Dalam pernyataannya, Erdogan menyebut Turki memiliki tanggung jawab moral atas krisis Rohingya di Myanmar. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, rencananya akan berkunjung ke Bangladesh pada Rabu (6/9) malam untuk membahas krisis Rohingya.

Selain Turki, Indonesia juga berupaya mengambil peran aktif untuk menghentikan penderitaan Rohingya. Menlu RI, Retno Marsudi, telah menemui langsung Suu Kyi di Naypyitaw untuk meminta Myanmar menghentikan kekerasan terhadap Rohingya. Dari Myanmar, Menlu Retno melanjutkan perjalanan ke Bangladesh untuk menemui Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Dhaka, juga untuk membahas krisis Rohingya.

dtk

LEAVE A REPLY