Jangan Lakukan Hal ini Saat Masak Sate Kambing

0
227
JAKARTA, nawacita – Sate kambing jadi menu utama Idul Adha. Dalam pembuatannya, banyak yang melakukan beberapa kesalahan. Dari memotong daging hingga membakarnya.
Bikin sate kambing kelihatannya mudah. Tinggal susun potongan daging di atas tusuk sate, bumbui, bakar dan cocol saus. Tapi ternyata ada beberapa hal keliru yang masih dilakukan banyak orang saat bikin sate kambing. Hasilnya sate kambing alot dan tidak matang sempurna. Inilah beberapa kekeliruan tersebut.
1. Langsung dimasak
Begitu menerima pembagian daging kurban, banyak orang langsung mengolahnya jadi sate. Padahal daging dari hewan yang baru saja disembelih masih keras karena otot hewan masih menegang. Agar sate kambing empuk, sebelum masak marinasi dulu daging kambing dengan beberapa bumbu. Chef Budi Lee memberi tipsnya, “Coba rendam daging dengan bawang merah, bawang putih, nanas, jahe dan kecap selama 2-3 jam. Proses ini bisa bantu empukkan daging,” tutur Chef Budi saat dihubungi detikFood (31/8).
Sejalan dengan Chef Budi Lee, Chef Stefu menekankan pentingnya proses pelayuan daging agar empuk. “Pelayuan bisa dengan cara mendiamkan daging sekitar 12-15 hari atau disimpan dalam chiller dalam keadaan belum dipotong. Dibungkus dengan suhu dibawah 5 derajat celcius. Karena tegang jadi butuh didiamkan agar dagingnya lebih rileks,” tuturnya.
2. Asal memakai jenis potongan daging
Tak semua jenis potongan daging kambing cocok diolah jadi sate. Chef Budi menyarankan pemakaian daging has dalam atau luar yang lebih empuk. “Kalau bagian lain, akan sedikit alot. Makanya banyak kalo orang Idul Adha nyate bilang dagingnya kayak karet. Karena memang kan pada saat pembagian daging kurban kan kita ga tau tuh bagian apa yang dikasih. Nah jadinya ga tau bagian apa, asal sate ya alot,” jelasnya. Tapi menurut Chef Budi hal ini bisa diminimalisir dengan proses marinasi yang tepat sebelum mengolahnya.
3. Asal memotong daging
Banyak orang asal memotong saat menyiapkan daging kambing. Padahal pemotongan yang tepat berperan penting menentukan keempukan sate. Caranya lihat alur serat daging. Ikuti arah serat untuk memotong daging. Terakhir, buang urat (lapisan tipis berwarna putih) pada daging kambing. Jika salah potong tidak mengikuti serat dan urat-urat tidak dibuang maka daging jadi liat. Lemak atau gajih daging bisa digunakan untuk menambah citarasa sate.
4. Menggunakan tusuk sate yang salah
Ada 4 jenis tusuk sate yang umum ditemui di pasaran . Khusus untuk daging kambing pilihlah tusuk bambu pipih. Bentuknya berupa bilah bambu yang agak lebar dengan ujung sangat runcing. Tusuk sate ini bagian luarnya masih berupa kulit bambu. Jenis tusuk sate ini lebih tahan panas dan cocok untuk menusuki irisan daging yang tebal seperti daging kambing.
5. Memasukkan terlalu banyak potongan sate

Agar cepat selesai memanggang, beberapa orang memadatkan potongan daging hingga berjejal dalam satu tusukkan. Idealnya dalam satu tusuk sate berisi 3 potongan daging dan 1 selipan lemak. Celupkan sate ini ke dalam bumbu kocokan yang agak encer hingga rata. Isi bumbu kocokan ini terdiri dari campuran bumbu kacang, kecap dan sedikit air kaldu.

Sate dibakar dalam bara api sampai setengah matang. Kemudian sate diangkat dan dicelupkan lagi ke bumbu kocokan, supaya bumbu lebih menyerap. Terakhir, bakar kembali sate hingga matang sempurna. Keseluruhan proses pembakaran memakan waktu sekitar 5-10 menit.

(odi/adr/dtk)

LEAVE A REPLY