Di Depan Wapres, Bos ISS Janji Buka Ribuan Lapangan Kerja

0
67

Jakarta, Nawacita ISS Group, perusahaan global Layanan Fasilitas Terintegrasi (Integrated Facility Service) berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. Diharapkan, kontribusi berkelanjutan ISS Group menjadi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Penegasan komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, yang dihadiri oleh CEO ISS Group Jeff Gravenhorst, CEO ISS Indonesia Elisa Lumbantoruan, serta Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge yang berlangsung di kantor Wakil Presiden akhir pekan lalu.

ISS mulai melayani Indonesia sejak tahun 1996 dan saat ini mencatat rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 12 persen dengan pertumbuhan organik di atas 10 persen selama delapan belas tahun.

CEO ISS Group Jeff Gravenhorst menjelaskan, Indonesia memiliki peran strategis dalam jaringan global ISS Group. Dengan jumlah populasi hampir mencapai 250 juta jiwa dan sedang dalam pengembangan proyek infrastruktur, ISS melihat kesempatan besar bagi perusahaan untuk terjun berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi.

“kami memiliki tim berpengalaman di berbagai negara sehingga kami dapat memberikan layanan profesional baik kepada klien maupun untuk proyek-proyek baru di masa datang. ISS berkomitmen penuh untuk terus menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Jeff seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (11/8/2017).

Saat ini, beberapa klien dari ISS Group di Indonesia adalah PT Angkasa Pura II dalam mengelola beberapa bandara, serta memberikan layanan pemeliharaan fasilitas bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

CEO ISS Indonesia Elisa Lumbantoruan menambahkan, ISS Indonesia merekrut sekitar 2.000 orang tenaga kerja baru setiap bulan dan melayani ribuan klien melalui jaringan nasional yang tersebar di sepuluh kota besar di Indonesia.

Di ISS, pendidikan dan pelatihan seluruh karyawan merupakan fokus utama “Selain itu, kami juga memberikan jenjang karier bagi seluruh karyawan kami yang terampil. Sejak tahun 2012, lebih dari 60.000 orang karyawan kami telah berpartisipasi dalam berbagai kelas pelatihan dan pendidikan kami,” kata dia.

lpt.

LEAVE A REPLY