Ketua MPR Bantah Telah Meresmikan Patung di Kelenteng Tuban

0
67
Patung Dewa Perang di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Ditutup Kain.
Patung Dewa Perang di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Ditutup Kain.

Yogyakarta, Nawacita – Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, berusaha meluruskan informasi bahwa kehadirannya di Kelenteng Kwaan Sing Bio Tuban, Jawa Timur, bukan untuk meresmikan patung Panglima Perang Kwaan Sing Tee Koen. Dia menyebut datang ke kelenteng itu untuk menghadiri undangan.

“Bukan untuk meresmikan izin patung (Kwaan Sing Tee Koen). Ketua MPR tidak ada urusan dengan perizinan,” ujar Zulkifli kepada wartawan usai peresmian Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (9/8/2017).

Zulkifli menegaskan persoalan izin berdirinya bangunan bukan urusannya sebagai pimpinan MPR RI. Perizinan bangunan termasuk patung berada di bawah kewenangan Pemkab setempat.

Dia berdalih, kedatangannya ke Kelenteng Kwaan Sing Bio hanya untuk memperingati memorial dan bukan atas inisiatif pribadi melainkan karena ada undangan kepadanya.

“Ketua MPR itu (datang) memperingati memorial, kalau dalam Islam itu haul namanya,” ungkapnya.

Posisi Ketua MPR RI, lanjut Zulkifli, adalah sebagai pemersatu masyarakat. Oleh sebab itu kedatangannya ke kelenteng tersebut untuk menciptakan suasana persatuan. Apalagi kunjungannya bertepatan peringatan 1857 tahun Kwaan Sing Tee Koen.

“Saudara, saya ini ketua MPR. Ketua MPR itu pemersatu, niatnya pasti baik. Kalau diundang pihak manapun datang. Saya diundang hadir dalam rangka peringatan 1857 tahun Kwaan Sing Tee Koen itu,” kata dia.

“Bahwa semua orang punya hak yang sama, dengan niat baik untuk mempersatukan. MPR tidak boleh menolak (undangan) siapapun. Saya hanya mendatangi peringatan memorial 1857 tahun (Kwaan Sing Tee Koen),” lanjutnya.

Sebelumnya Zulkifli beberapa waktu lalu diketahui datang ke Kelenteng Kwaan Sing Bio Kabupaten Tuban. Kedatangannya dianggap sejumlah pihak ‘merestui’ kehadiran patung dewa atau Panglima Perang Kwaan Sing Tee Koen, yang menjadi polemik belakangan ini.

dtk.

LEAVE A REPLY