Hasto dan Emil Dardak Ajak Ratusan Mahasiswa Membangun Daerahnya Sendiri

0
82

Surabaya, Nawacita – Sebanyak tiga ratus mahasiswa dari seluruh Indonesia mengikuti Seminar Nasional Inspiring Leadership Talk 2017 di Aula Kahuripan Gedung Rektorat Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Inspiring Leadership Talk 2017 ini merupakan bagian dari kegiatan Sociopreneur Camp 2017 yang diinisiasi Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa.

Dua bupati dari daerah Pantai Selatan berbagi dengan para mahasiswa tentang karya dan prestasi mereka di daerah masing-masing. Mereka adalah dr. Hasto Wardoyo dan Emil E. Dardak. Hasto Wardoyo merupakan Bupati aktif Kulon Progo dengan segudang prestasi, ia baru saja menjabat kembali menjadi Bupati Kulon Progo untuk periode 2017-2022. Hasto dianggap mewakili mimpi serta harapan para pemuda karena keuletannya dalam membangun daerah Kulon Progo. “Saya ingin agar masyarakat Kulon Progo mampu memberdayakan diri dan daerah mereka dengan kemampuan sendiri, tak bergantung kepada siapapun,” kata Hasto membuka seminar.

Hasto terus berjuang demi Kulon Progo lebih baik, ia menginisiasi berbagai inovasi dengan program “Bela & Beli Kulonprogo”. Gerakan dimulai dengan mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pelajar dan PNS di sana mengenakan seragam batik Gebleg Renteng, batik khas Kulonprogo, pada hari tertentu.

Kebijakan ini mampu mendongkrak industri batik lokal dan membuat sentra kerajinan batik tumbuh pesat. Selain itu Hasto mewajibkan PNS membeli beras produksi petani Kulonprogo sebanyak 10 kilogram per bulan.

Usaha Hasto membangun Kulon Progo mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak, berkali-kali ia diganjar ragam penghargaan seperti Penghargaan Bintang Jasa Utama Tahun 2016 dari Presiden Republik Indonesia, Penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif Tahun 2016 Kategori Ekonomi Kreatif dari MNC Group, Penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha atas Perencanaan Kabupaten Terbaik I Tahun 2016 atas Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Kulonprogo 2016 dari Gubernur DIY, Penghargaan sebagai Finalis Indonesia Digital Economy Award (IDEA) Tahun 2016 dari Menteri Komunikasi Dan Informatika RI, dan masih banyak lagi.

Sedangkan Emil E. Dardak merupakan sosok pemimpin muda yang juga penuh prestasi. Ia pernah berkesempatan memaparkan isu perubahan iklim dan Local Government Role in Global agenda Setting mewakili Indonesia di depan forum PBB.

Emil ialah lulusan doktor ekonomi pembangunan termuda di Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Tak hanya itu, sebelum menjadi Bupati Trenggalek, Emil merupakan eksekutif muda dalam bidang infrastruktur yang sukses.

Emil Dardak sebagai junior dari Hasto mengutip kalimat dari seorang pemimpin berkata “Kita jangan selalu berpikir bahwa kita adalah yang paling jauh dari pantai utara, tapi kita adalah yang terdepan di pesisir selatan”. Sejalan dengan Hasto, Emil Dardak memaparkan bahwa ia juga banyak belajar dari seniornya, Hasto Wardoyo.

Emil sedang berkutat dengan proses pembangunan pelabuhan terbesar di Pantai Selatan, yakni Pelabuhan Prigi. Ia juga berhasil berkerjasama dengan Sarinah untuk menjadikan Batik Trenggalek disandingkan dengan produk desainer ternama di Sarinah sehingga Batik Trenggalek dapat menjadi lokomotif kemajuan produk khas Trenggalek.

Tak hanya itu, Emil Dardak juga sukses menjadikan Trenggalek sebagai sentra rujukan riset minyak atsiri di Indonesia. Berbagai hal yang ia lakukan adalah bentu kegelisahannya selama ini melihat kondisi masyarakat. Ia rela meninggalkan karirnya yang telah dibangun selama lima belas tahun dan memilih menjadi bupati.

“Indonesia sedang gencar-gencarnnya membangun konektivitas. Namun apa gunanya jika SDM produktivitasnya tidak mau pulang untuk membangun desa,” ucapnya penuh semangat.

Emil Dardak menutup sesinya dengan ajakan “Tekadkan dalam diri bahwa kita kembbali ke desa buka karena terpaksa, namun karena ada peluang di sana. Mari bangun Indonesia dari desa”.

rgo

LEAVE A REPLY