Pemerintah Harus Transparan Tentang Proyek di Madura

0
51
Anggota Komisi V DPR, Moh Nizar Zahro
Anggota Komisi V DPR, Moh Nizar Zahro

Jakarta, Nawacita – Anggota Komisi V DPR, Moh Nizar Zahro menyoroti delapan proyek strategis di Madura senilai Rp53 triliun. Pemerintah harus transparansi dalam merekrut investor.

“Harus ada keterbukaan dari pemerintah dalam mencari investor. Kita tidak menginginkan nantinya ada komitmen komitmen terselubung dalam pembangun 8 proyek strategis di Madura itu,” kata Nizar, Kamis (3/8/2017).

Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra ini menilai proyek tersebut harus diawasi mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya, karena jangan sampai Madura menjadi sapi perah bagi investor-investor.

“Delapan proyek ini jangan sampai hanya investornya saja yang untung, masyarakat Madura harus lebih sejahtera dan mendapat keuntungan juga, tidak hanya segelintir orang saja,” ujar politisi asal Madura ini.

Di samping itu, Nizar tidak menginginkan proyek ini seperti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Sebab, selain investornya dari asing dan tidak ada keterbukaan dalam rekrutmen investor, diduga ada agenda terselubung juga berupa penguasaan tanah disepanjang rel kereta itu.

“Kami harap investor dalam proyek di Madura lebih baik investor lokal atau nasional, itu lebih baik dibandingkan investor asing. Kultur masyarakat Madura berbeda dibanding masyarakat lain, sehinga pembangunan yang dilakukan harus melibatkan komponen warga Madura,” tandasnya.

Untuk diketahui, delapan proyek area Suramadu senilai Rp53 triliun antara lain pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan Rp17,2 triliun. Kemudian, Jalan Tol 15,3 Km senilai Rp2,6 triliun. Lalu, pengembangan wilayah pantai untuk pariwisata Rp662 miliar.

Selain itu, pengembangan Rest Area Rp150 miliar. Kemudian, kawasan industri di Klampis senilai Rp67,6 triliun. Selanjutnya, proyek CBD (central Business District Rp4,5 triliun, proyek perumahan Rp4 triliun dan kawasan industri di Labang Rp17,5 triliun.

Sumber: berita jatim

LEAVE A REPLY