Eko Beberkan Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Daerah Perbatasan

0
197
Deputi IV Staf Kepresidenan RI Eko Sulistyo
Deputi IV Staf Kepresidenan RI Eko Sulistyo

JAKARTA, Nawacita – Presiden Joko Widodo dikenal sering berkunjung ke daerah-daerah di Indonesia, terutama di kawasan perbatasan. Mantan Wali Kota Solo ini memoles daerah berbatasan sedemikian apik sebagai simbol keberadaan negara di perbatasan.

Deputi IV Staf Kepresidenan RI Eko Sulistyo membeberkan alasan di balik rajinnya presiden mengunjungi daerah seperti Papua, Entikong, dan daerah perbatasan dengan negara tetangga lainnya.

Dalam sesi diskusi dengan peserta Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) Angkatan VI, kemarin, Eko memaparkan pemerintahan Jokowi tengah melakukan transformasi besar khususnya dalam kebijakan pembangunan.

Presiden Jokowi tidak melihat Indonesia hanya fokus pembangunan di Jawa saja, tapi visi pembangunannya lebih diperluas, yakni dengan visi Indonesia Sentris.

“Ini perubahan besar dan penting. Sekarang sudah ada jalan Trans Papua, Pasar Mama Mama, Dry Port dan sebagainya. Presiden bahkan bisa setahun empat kali berkunjung ke Papua. Tentu bukan dalam rangka tamasya, atau dalam rangka plesir, Presiden Jokowi ini memang punya kebiasaan untuk memonitor langsung pekerjaan-pekerjaan di lapangan,” kata Eko, dalam keterangan tertulis seperti yang diterima Tribunnews.com

Dalam buku yang ditulisnya berjudul Joko Waw, model kepemimpinan ini yang dikupas oleh Eko. Karakter seorang Presiden Jokowi yang selalu ingin melihat langsung proses pembangunan di lapangan, dengan didampingi langsung oleh menteri.

“Beliau kemudian memastikan berapa bulan bisa selesai, lalu dicatatnya, nanti kemudian datang lagi untuk memastikan selesainya pengerjaan,” kata Eko,

Eko pun punya cerita menarik, yaitu kisah Jokowi menunggangi motor trail di Papua.

Menurutnya, Presiden Jokowi bisa saja menggunakan helikopter untuk melihat dari atas jalan Trans Papua. Namun Jokowi lebih memilih naik motor trail untuk mengecek secara pasti, apakah masih ada jalan berlubang di Trans Papua.

Selain ke Papua, presiden juga kerap mengunjungi daerah perbatasan lain. Eko mengatakan, hal itu dilakukan Jokowi untuk memastikan pemerintah dan negara hadir di wilayah terpencil dan perbatasan.

Pemerintah menemukan fakta, warga Indonesia yang tinggal di perbatasan ternyata bercita-cita ingin menjadi warga negara Malaysia supaya memiliki akses pendidikan dan fasilitas sosial yang memadai. Ini membuat warga-warga di perbatasan mengalami krisis identitas.

“Secara fisik mereka jadi WNI. Tapi secara mental tidak lagi Indonesia, bahkan patok-patok perbatasan itu warga yang menggeser, bukan pemerintah Malaysia. Presiden melihat itu, lalu dia datang mengunjungi, selain untuk melihat progres pengerjaan pembangunan, juga ingin memberikan pengaruh kekuasaan disana,” ujar Eko lagi.

Lebih jauh Eko menegaskan bahwa visi Nawacita adalah membuat seluruh warga Indonesia merasakan kehadiran negara.

“Itulah kenapa Indonesia Sentris itu penting. Selama ini Jawa terlalu menguasai, sehingga menimbulkan banyak gejolak di daerah, karena terjadi ketimpangan,” tutupnya.

Sumber: tribun

LEAVE A REPLY