BKPM Tawarkan Proyek Jembatan Suramadu Senilai Rp 53,1 Triliun

0
98
Jembatan Suramadu.
Jembatan Suramadu.

JAKARTA, Nawacita – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan investasi pengembangan wilayah di sekitar Jembatan Suramadu, Jawa Timur kepada investor lokal dan asing.

Pengembangan yang ditawarkan tersebut bernilai Rp 53,1 triliun.  Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM, Himawan Hariyoga mengatakan, wilayah di sekitar Jembatan Suramadu mempunyai potensi sumber saya alam dan sumber daya manusia yang hingga saat ini belum dimanfaatkan. Sehingga, dengan ini dapat mendukung upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan wilayah tersebut.

“Private investment atau investasi dari swasta bisa jadi solusi untuk mengembangkan wilayah tersebut,” ujar Himawan dalam Suramadu Investment Gathering di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (31/7/2017).

Adapun, kawasan di sekitar Jembatan Suramadu yang akan dikembangkan yakni di Kawasan Khusus Madura (KKM), dan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM).

Proyek pengembangan yang ditawarkan di antaranya, pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan dengan lahan 250 hektar yang memakan biaya mencapai Rp 17,2 triliun, jalan tol sepanjang 15,3 kilometer yang terletak dilokasi KKJSM dengan nilai investasi mencapai Rp 2,6 triliun.

Lainnya adalah kawasan industri di Labang dengan luasan lahan 284 hektar dengan nilai investasi Rp 17,5 triliun, dan kawasan industri di Klampis seluas 356,7 hektar dengan perkiraan nilai investasi Rp 6,6 triliun.

Selain itu, juga dua proyek Central Business District (CBD) dengan nilai investasi total Rp 4,5 triliun, kemudian dua proyek perumahan dengan total estimasi nilai investasi Rp 4 triliun, selanjutnya pengembangan wilayah pantai untuk pariwisata dengan luas lahan 18,5 hektar senilai Rp 662 miliar.

Proyek lain yang juga ditawarkan adalah pembangunan dua rest area seluas total 40 hektare dengan total nilai investasi Rp 150 miliar.

Himawan menuturkan, masuknya investasi ke wilayah Suramadu dapat meningkatkan realisasi investasi di Jawa Timur.

Dari data BKPM  periode Januari –Juni 2017, Jawa Timur berada diposisi ketiga dengan nilai investasi mencapai Rp 33,9 triliun atau 10,1 persen dari total investasi yang masuk.

“Jawa Timur merupakan salah satu kontributor utama yang selalu masuk lima besar lokasi realisasi investasi nasional,” tutur dia.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pengembangan Wilayah Suramadu, Herman Hidayat mengatakan pengembangan di dua lokasi tersebut membutuhkan investor swasta, karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mencukupi.

Munurut Herman, lahan yang bisa dimanfaatkan investor sekitar 600 hektar untuk KKM dan 600 hektare untuk KKJSM. Dalam hal ini, terang dia, pengembangan di dua lokasi tersebut sudah sesuai dengan rencana tata ruang Provinsi Jawa Timur.

“Bahwa APBN tidak bisa untuk membiayai pembangunan di Suramadu, sehingga kami undang para investor untuk ikut membangun kawasan yang ada di KKM,dan KKJSM,” pungkas dia.

Sumber: kompas

LEAVE A REPLY