Iriawan Ceritakan Pengalaman Paling Berkesan Selama Menjabat Saat Amankan Aksi 212

0
43
Irjen Pol Mochamad Iriawan.
Irjen Pol Mochamad Iriawan.

JAKARTA, Nawacita – Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menceritakan pengalaman paling berkesannya selama sepuluh bulan menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Iriawan bercerita, selama menjaga keamanan ibu kota, ada hal yang tak terlupakan.

Yakni, mengamankan Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 lalu.

Saat itu, jumlah massa berkisar 1 juta orang.

“Ada pengalaman yang tak pernah terlupakan, waktu Aksi Bela Islam yang 212 dan 411,” ujar Iriawan saat menghadiri acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017) malam.

Iriawan bersama dengan Mayjen Teddy Lhaksmana yang saat itu menjabat sebagai Pangdam Jaya, mencoba menenangkan massa dengan berada di tengah kerumunan.

“Pada suatu saat saya harus ke kerumunan massa. Pangdam menyampaikan ‘Pak ini tidak rawan. Tidak bahaya?’. Saya bilang, ‘Mas saya ambil keputusan agar mas mau mendapingi saya’,” cerita Iriawan.

Iriawan meminta Pangdam Jaya agar selalu mendampingi dan turun ke lapangan saat menghadapi massa pengunjuk rasa yang jumlahnya satu jutaan orang.

Situasi massa saat itu, kata Iriawan, memang mulai memanas.

Karena itu, perlu diredam dengan hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Saya bilang ‘Abang, kalau seandainya umur kita berakhir di sini, Allah sudah membuatkan takdir’,” kata Iriawan.

Akhirnya, massa yang panas bisa diredam dengan diberi pengarahan.

Menurut Iriawan, dukungan Pangdam Jaya sangat membantu saat menghadapi pengamanan massa aksi damai hingga putaran dua Pilkada DKI Jakarta.

Pasca Aksi Bela Islam 212 usai, Iriawan dihubungi pimpinan kepolisian Brunei Darussalam Jenderal Jimmy yang menanyakan jumlah massa dan situasi keamanan saat aksi bela Islam yang berjalan damai itu.

“Dia telepon ‘Wan (Iwan), berapa itu massa yang turun,” ‘kira kira perkiraan kamu berapa?'” ucap Iriawan menirukan perbincangannya saat itu.

“Itu besar sekali” saya bilang ‘itu seluruh penduduk Brunei turun ke jalan’. Dia bilang ‘kok bisa’. ‘Itu karena Allah’. Itu pengalaman yang tak terlupakan,” ucap Iriawan.

Sebelumnya, dalam Surat Telegram yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Arief Sulistyanto, disebutkan jabatan Kapolda Metro Jaya yang diemban Irjen Mochamad Iriawan digantikan Irjen Idham Azis.

Adapun Iriawan akan ditugaskan sebagai Asisten Kapolri Bidang Operasi.

Kemudian, jabatan yang ditinggal Idham Azis nantinya akan diisi Brigjen Martuani Sormin, yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat.

Pergantian jabatan tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/1768/VII/2017 yang diterbitkan pada Kamis, 20 Juli 2017

Sumber: tribun

LEAVE A REPLY