Pakde Karwo Tentukan Calon Yang Diusung Partai Demokrat

0
86
Konferensi pers DPP Partai Demokrat di Surabaya
Konferensi pers DPP Partai Demokrat di Surabaya

Nawacita – Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo (Pakde Karwo) dinilai menjadi sosok penting dalam menentukan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung oleh Partai Demokrat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018 mendatang.

“Restu Pakde Karwo sangat menentukan peta politik Pilgub Jatim. Siapa yang didukung Pakde Karwo di Pilkada Jatim kali ino, diprediksi bakal mudah menarik suara rakyat,” kata pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Novri Susan PhD, Selasa (18/7).

Seperti diketahui, sejak DPD Partai Demokrat Jatim membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur sejak 12 Juli 2017, sebanyak empat orang tercatat sudah mendaftar. Yaitu, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Nurhayati Ali Assegaf, Nurwiyatno dan La Nyalla Mattalitti.

Banyaknya pendaftar ini dinilai tidak lepas dari sosok Pakde Karwo, yang saat ini dinilai sukses menjadi Gubernur Jatim. “Tidak heran jika banyak yang mendaftar ke Partai Demokrat,” cetusnya.

Menurutnya, restu Pakde Karwo sangat kuat dan mampu memberikan pengaruh pada pemilih. Sebab, jika didukung Pakde Karwo, otomatis sang calon akan mengantongi dukungan dari Partai Demokrat, mengantongi suara birokrasi meski kemungkinan besar suara birokrat akan pecah, jika Pakde Karwo tidak memberikan dukunga kepada Gus Ipul.

“Untuk lingkungan birokrasi, pada Pilgub Jatim kali ini akan pecah jika Pakde Karwo tidak memberikan dukungannya pada Gus Ipul. Tapi kalau Pakde Karwo memberikan dukungan pada Gus Ipul, suara birokrat akan utuh seperti saat Pilgub Jatim 2013 lalu saat keduanya bersatu untuk kedua kalinya,” katanya.

Dengan dibukanya pendaftaran, lanjut Novri, Partai Demokrat mencoba mencari alternatif calon lain sekaligus menegaskan jika Partai Demokrat belum menentukan pilihan termasuk terhadap pasangannya yang telah menemani hampir delapan tahun, yakni Gus Ipul. “Partai Demokrat mencoba menciptakan menu pilihan yang lebih variatif di luar nama yang saat ini sudah muncul,” sergahnya.

Meski mendapat restu Pakde Karwo, lanjutnya, tidak serta merta akan mudah menang Pilkada Jatim. Sebab, konstituen di Pilkada Jatim terpilah menjadi tiga golongan. Pertama, adalah golongan pemilih yang sesuai ideologi.

“Tentu ideologi ini bisa dari jalur politik atau jalur ideologi kelembagaan dan lainnya. Pada golongan ini, diprediksi jumlah pemilihny mencapai 20-30 persen,” tuturnya.

Kedua, golongan pemilih rasional yang memilih calon berdasarkan program kerja. Golongan rasional ini diprediksi jumlahnya tidak besar hanya sekitar 10-15 persen saja.

Sementara golongan yang ketiga adalah golongan floating mass atau massa mengambang. Jumlah ini sangat besar dibanding golongan rasional dan ideologi, yakni mencapai 40 persen.

“Floating mass ini pilihannya berdasarkan popularitas atau calon yang terkenal, fisik calon, karisma gestur dan lainnya. Jika politik marketnya bagus, calon akan mudah mendapatkan suara mengambang ini. Tapi, pemilih ini juga sangat rentan berubah. Tak heran jika kita mengenal istilah ‘serangan fajar’. Konstituen ini yang dituju,” paparnya.

Sumber: portal tiga

LEAVE A REPLY