Jaringan Politik Cak Nur Tak Bisa Diremehkan

0
67

Surabaya,. Nawacita – Pengamat politik yang juga Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo berkeyakinan, dengan desain strategi branding dan strategi pemenangan yang tepat, Inspektur Jatim Nurwiyatno (Cak Nur) sebagai bacagub Partai Demokrat akan membuat publik memiliki banyak pilihan.

“Sosok Nurwiyatno sebagai Inpektur Provinsi Jatim selama ini dikenal sosok potensial, cerdas dan visinya bagus. Sebagai Ketua PA GMNI Jatim, tentu memberinya jaringan politik yang tidak bisa diremehkan. Apalagi pengakuannya di berbagai kesempatan, kiprah Cak Nur ini mendapat restu dan dukungan dari pakde Karwo selaku King Maker politik di Jatim,” katanya kepada beritajatim.com.

Sebagaimana diberitakan, pada Minggu (16/7/2017) lalu, Cak Nur mendatangi Partai Demokrat Jatim mendaftar sebagai bacagub atau bacawagub. Sebelumnya, Waketum PD Nurhayati Ali Assegaf dan berikutnya Ketum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti juga mendaftar ke Demokrat sebagai bacagub.

“Demokrat telah menunjukkan komitmennya untuk memberi alternatif pilihan sebanyak-banyaknya pada publik Jatim,” tutur Mochtar yang juga pengajar di Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Madura ini.

Nama-nama seperti Cak Nur, Nurhayati dan La Nyalla ini memiliki potensi besar untuk untuk bersaing dalam kontestasi pemilihan gubernur Jatim yang sebelumnya telah diramaikan dengan tokoh-tokoh mapan popularitas serta elektabilitas seperti Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa dan Abdullah Azwar Anas.

Nama Cak Nur memang belum muncul dalam hasil survei SSC periode Juni yang dirilis beberapa hari lalu. Sementara untuk nama Nurhayati sudah muncul dengan tingkat popularitas sebesar 14,3 persen, tingkat akseptabilitas 9,3 persen dan tingkat elektabilitas sebesar 0,4 persen. Ini masih jauh dibandingkan dengan popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas empat kandidat teratas, yakni Gus Ipul, Risma, Khofifah dan Anas.

Namun menurut Mochtar, hal ini bukanlah akhir dari Cak Nur. Selain waktu pemilihan masih satu tahun lagi, dinamika politik menjelang kontestasi pilgub Jatim masih akan sangat cair dan dinamis, apalagi ditambah dengan fakta bahwa kumulasi angka swing dan undecided voters masih sangat tinggi, yakni mencapai 76 persen.

Nama Cak Nur memang belum muncul dalam hasil survei SSC. Karena survei kami itu digelar pada 10-30 Juni 2017. Di mana pada saat itu Cak Nur belum deklarasi akan running dalam kontestasi pilgub. Bahkan, satu mediapun belum pernah ada yang menyebut.

“Jadi wajar sekali jika nama Cak Nur belum muncul. Hasilnya tentu akan berbeda jika ada survei lagi ke depan. Pemberitaan terhadap proses pendaftaran Cak Nur cukup gegap gempita, jadi sedikit banyak pasti akan berpengaruh terhadap popularitasnya,” jelasnya.

Terlepas dari itu semua, pihaknya memberikan apresiasi kepada Demokrat. Karena dengan kehadiran Cak Nur, Nurhayati dan La Nyalla dalam kontestasi pilgub Jatim, Demokrat telah menjalankan perannya untuk turut serta menyediakan stok kepemimpinan di Jatim.

“Mudah-mudahan langkah Demokrat ini akan segera diikuti oleh partai-partai lain, sehingga kontestasi pilgub Jatim akan semakin semarak. Dan dengan begitu juga akan semakin memberi banyak pilihan bagi publik untuk mendapatkan pemimpin yang terbaik,” pungkasnya.

source : beritajatim

LEAVE A REPLY