Suap Auditor BPK, Mendes Eko Putro Sandjojo Diperiksa KPK

0
37
(Mendes), Eko Putro Sandjojo

JAKARTA, Nawacita – Menteri Perdesaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes), Eko Putro Sandjojo masuk dalam jadwal pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Jumat (14/7/2017).

Sedianya, Eko akan digali keterangannya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap terhadap Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan ‎keuangan Kemendes PDTT tahun 2016.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RSG (Rochmadi Sapto Giri),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyaj saat dikonfirmasi, Jumat (14/7/2017)‎.

Eko pun tampak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik dengan mengenakan baju kemeja putih. Dia datang sekira pukul 10.00 WIB ke gedung KPK dengan dikawal para ajudannya.

‎Tak hanya itu, dua anak buah Eko yang telah ditetapkan tersangka ‎yakni Kepala Bagian Keuangan Itjen Kemendes, Jarot Budi Prabowo, serta Irjen Kemendes PDTT, Sugito, juga ikut diperiksa KPK pada hari ini.

“SUG (Sugito) diperiksa sebagai tersangka. Sedangkan Jarot Budi Prabowo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RSG,” jelas Febri.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan empat orang tersangka paska Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus dugaan suap pemberian predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Kemendes PDTT, tahun 2016.

Empat orang tersangka tersebut yakni, Irjen Kemendes PDTT, Sugito; Eselon III Kemendes PDTT, Jarot Budi Prabowo; serta dua Auditor BPK RI, Rochmadi Sapto Giri, dan Ali Sadli. Dalam hal ini, Sugito diduga menyuap Rochmadi Sapto dan Ali Sadli, lewat Jarot Budi Prabowo.

Total nilai suap yang diberikan Sugito kepada dua Auditor BPK berkisar hingga Rp240 Juta. Suap tersebut diduga untuk memuluskan laporan keuangan Kemendes tahun 2016 dengan memberikan predikat opini WTP dari BPK.

Atas perbuatannya, Sugito dan Jarot Budi Prabowo yang diduga sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) hurub b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 199 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Rochmadi Sapto Giri dan Ali Sadli yang diduga sebagai penerima suap, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 199 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP‎.

sumber : okezone

LEAVE A REPLY