Nawardi Sebut NU Berperan Lahirkan Pancasila

0
181
Ahmad Nawardi, Anggota MPR RI saat sosialisasi 4 Pilar di Lumajang, (16/2/2017).

LUMAJANG, Nawacita – Anggota MPR RI Dapil Jawa Timur, H.Ahmad Nawardi menggelar Sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Aula Kampus STISMU Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Kamis (16/2/2017).

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, berupa Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika itu, di hadiri kurang lebih dari 160 orang peserta dari mahasiswa, santri dan Dosen STISMU Kabupaten Lumajang.

Ahmad Nawardi mengatakan, Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai-nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat sebelum membentuk Negara. Sehingga Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dan negara Indonesia. “Dengan demikian Pancasila sebagai ideologi bangsa berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa dan bukannya mengambil ideologi dari bangsa lain,” ujar anggota MPR RI tersebut.

Menurut Senator DPD RI asal Jawa Timur ini, dalam perjalanan fakta sejarah bangsa Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa peran dan konstribusi Nahdlatul Ulama (NU) yang notabene dari Pondok Pesantren sangatlah besar. Sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, rasa memiliki dan tanggung jawab Nahdlatul Ulama terhadap bangsa ini sangatlah kuat, baik secara jam’iyyah (kelembagaan), maupun jama’ah (umat). Fakta tersebut bisa kita lihat dari perjuangan para kyai dan santri dalam memperjuangkan tanah air sebelum kemerdekaan. Termasuk upaya mereka dalam mempertahankan bentuk dan keutuhan NKRI pasca kemerdekaan. “Apa yang selama ini sudah dilakukan Nahdlatul Ulama bukanlah hanya sekedar  basa-basi atau pencitraan belaka, tetapi memang muncul dari tekad yang terdalam dan keikhlasan para sesepuh Nahdlatul Ulama sebagai langkah perjuangan mengayomi masyarakat hingga lahirnya Pancasila,” papar Nawardi.

Langkah-langkah tersebut, imbuh mantan Anggota DPRD Jatim ini, dituangkan dalam kebijakan organisasi. Berbicara tentang Nahdlatul Ulama, maka tidak bisa dipisahkan dengan pesantren, para kyai (Ulama) dan santri yang ada didalamnya. Dari sini sudah tergambar jelas, bahwa basis utama Nahdlatul Ulama adalah para kyai dan para santri itu sendiri.

Gerakan ini juga merupakan bentuk keberpihakan ulama kepada rakyat dan orang kecil yang terdholimi. Semangat yang pada saat itu digelorakan adalah semangat memupuk dan membangkitkan rasa cinta tanah air. “NU dan Pancasila bertujuan untuk berjuang bersama-sama melawan imperialisme dan mengusir penjajah dalam mencapai cita-cita kemerdekaan,” tambah politisi dari Sampang ini.

 

Nawardi menambahkan, umat Islam memberikan saham yang sangat besar dalam mempersiapkan lahirnya Negara Indonesia merdeka, yaitu melalui para pemimpinnya, umat Islam ikut menentukan wujud, asas dan hukum negara yang akan lahir itu.

”Kami berharap, sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan MPR RI ini, akan mampu meningkatkan nilai-nilai kebangsaan sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebhinekaan dan perbedaan merupakan suatu hal yang tidak bisa dielakkan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang memang multikutural dan multietnis,” pungkasnya. rgo

LEAVE A REPLY